![]() |
| http://www.lahiya.com/wp-content/uploads/laporan-keuangan.jpg |
Pada umunya laporan keuangan itu
terdiri atas neraca, laporan laba rugi, serta laporan perubahan ekuitas,
laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan
keuangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah
beberapa elemen yang harus ada pada laporan keuangan itu sendiri.
1.
Neraca
Atau biasa disebut dengan balance sheet merupakan laporan keuangan yang menyajikan
sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu,
biasanya pada akhir tahun.
2.
Laporan laba rugi
Laporan hasil operasi sebuah entitas selama periode
tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
3.
Laporan ekuitas
(modal) pemilik
Laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi
dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk satu periode baik dalam satu
bulan ataupun satu tahun.
4.
Laporan arus kas
Laporan keuangan yang menggambarkan aktivitas kas masuk
dan kas keluar suatu perusahaan dalam satu periode tertentu.
Berikut akan penulis sajikan langkah-langkah dalam
menyusun laporan keuangan nih guys, simak baik-baik ya.
Dalam menyusun suatu laporan keuangan harus dilakukan
dengan sistematis dan teliti, karena nantinya informasi yang disajikan akan
sangat dibutuhkan dalam rangka mengambil suatu keputusan perusahaan.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
1.
Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan dafta rekening-rekening yang
tersusun dalam buku besar dengan saldo debet maupun kredit. Penyusunan ini
dilakukan setelah semua jurnal diposting ke dalam buku besar. Sehingga daftar
rekening beserta saldo yang tercantum diambil dari daftar rekening dalam buku
besar beserta saldo terakhir dalam buku besar tersebut.
2.
Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal
penyesuaian
Dalam kaitannya dengan proses transaksi perusahaan,
selalu terdapat beberapa transaksi yang masih belum tercatat dan masih tidak
sesuai dengan keadaan akhir periode, sehingga data tersebut dikumpulkan untuk
dibuat jurnal penyesuaian.
3.
Menyusun Neraca Lajur atau Worksheet
Neraca lajur ini dibuat untuk memudahkan dalam penyusunan
laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data
yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan
akan nampak pada kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang
akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba-rugi.
4. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba
rugi dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan lainnya
Dari laporan neraca lajur tersebut maka diubahlah atau
dipisah menjadi laporan laba rugi serta laporan perubahan ekuitas, tujuannya
agar mudah dibaca dan dianalisa untuk melakukan langkah penyusunan laporan
keuangan selanjutnya.
5.
Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening
Setelah daftar rekening dalam buku besar sudah
disesuaikan, maka dibuatlah jurnal penutup, tujuannya untuk menutup akun-akun
nominal ke akun laba rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke akun laba tidak
dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke dalam buku
besar sesuai dengan akun-akun yang bersangkutan.
6.
Menyusun Neraca Saldo setelah penutupan
Untuk melihat keseimbanagn antara saldo debet dengan
kredit antar rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah saldo setelah adanya jurnal
penutup yakni neraca saldo setelah penutupan. Tujuannya selain untuk memberikan
gambaran mengenai keseimbangan antara saldo debet dengan kredit juga untuk
mempermudah dalam melakukan analisis di periode berikutnya.


0 komentar:
Posting Komentar