Jumat, 23 Desember 2016

Pengertian Laporan Keuangan

http://www.lahiya.com/wp-content/uploads/laporan-keuangan.jpg
Laporan keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan dari perusahaan, laporan keuangan merupakan hasil dari kegiatan operasi normal perusahaan yang akan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi entitas-entitas di dalam perusahaan itu sendiri maupun entitas-entitas lain di luar perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia (2012:5) mengemukakan pengertian laporan keuangan yaitu Struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah entitas. Tujuan umum dari laporan keuangan ini untuk kepentingan umum adalah penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya. Untuk dapat mencapai tujuan ini, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai elemen dari entitas yang terdiri dari aset, kewajiban, networth, beban, dan pendapatan (termasuk gain dan  loss), perubahan ekuitas dan arus kas. Informasi tersebut diikuti dengan catatan, akan membantu pengguna memprediksi arus kas masa depan.
Pada umunya laporan keuangan itu terdiri atas neraca, laporan laba rugi, serta laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam penyusunan laporan keuangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah beberapa elemen yang harus ada pada laporan keuangan itu sendiri.
1.      Neraca
Atau biasa disebut dengan balance sheet merupakan laporan keuangan yang menyajikan sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada akhir tahun.
2.      Laporan laba rugi
Laporan hasil operasi sebuah entitas selama periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.
3.      Laporan ekuitas (modal) pemilik
Laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk satu periode baik dalam satu bulan ataupun satu tahun.
4.      Laporan arus kas
Laporan keuangan yang menggambarkan aktivitas kas masuk dan kas keluar suatu perusahaan dalam satu periode tertentu.

Berikut akan penulis sajikan langkah-langkah dalam menyusun laporan keuangan nih guys, simak baik-baik ya.
Dalam menyusun suatu laporan keuangan harus dilakukan dengan sistematis dan teliti, karena nantinya informasi yang disajikan akan sangat dibutuhkan dalam rangka mengambil suatu keputusan perusahaan. Langkah-langkah tersebut meliputi:
1.      Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo merupakan dafta rekening-rekening yang tersusun dalam buku besar dengan saldo debet maupun kredit. Penyusunan ini dilakukan setelah semua jurnal diposting ke dalam buku besar. Sehingga daftar rekening beserta saldo yang tercantum diambil dari daftar rekening dalam buku besar beserta saldo terakhir dalam buku besar tersebut.

2.      Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian
Dalam kaitannya dengan proses transaksi perusahaan, selalu terdapat beberapa transaksi yang masih belum tercatat dan masih tidak sesuai dengan keadaan akhir periode, sehingga data tersebut dikumpulkan untuk dibuat jurnal penyesuaian.

3.      Menyusun Neraca Lajur atau Worksheet
Neraca lajur ini dibuat untuk memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian. Kemudian, saldo yang sudah disesuaikan akan nampak pada kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan laba-rugi.

4.    Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan laporan perubahan modal serta laporan-laporan lainnya
Dari laporan neraca lajur tersebut maka diubahlah atau dipisah menjadi laporan laba rugi serta laporan perubahan ekuitas, tujuannya agar mudah dibaca dan dianalisa untuk melakukan langkah penyusunan laporan keuangan selanjutnya.

5.      Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening
Setelah daftar rekening dalam buku besar sudah disesuaikan, maka dibuatlah jurnal penutup, tujuannya untuk menutup akun-akun nominal ke akun laba rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke akun laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke dalam buku besar sesuai dengan akun-akun yang bersangkutan.

6.      Menyusun Neraca Saldo setelah penutupan

Untuk melihat keseimbanagn antara saldo debet dengan kredit antar rekening yang masih terbuka, maka dibuatlah saldo setelah adanya jurnal penutup yakni neraca saldo setelah penutupan. Tujuannya selain untuk memberikan gambaran mengenai keseimbangan antara saldo debet dengan kredit juga untuk mempermudah dalam melakukan analisis di periode berikutnya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About Me

Foto Saya
Dewi Oktavia
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

About Me

Unordered List

Like Us

About Me

Advertisement

Most Popular

LATEST POSTS