![]() |
| https://psihlw117a8.files.wordpress.com/2014/10/ilustrasi-jurnal.jpg |
1.
Jurnal Umum
Jurnal umum merupakan suatu catatann informasi perusahaan mengenai
transaksi yang telah terjadi pada suatu tanggal tertentu, jurnal umum ini
biasanya banyak dipakai semua perusahaan baik perusahaan dagang, perusahaan
jasa, maupun perusahaan industri.
Sistematika penulisan Jurnal Umum ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
(1)
Halaman
(2)
Tanggal
|
(3)
Keterangan
|
(4)
Ref
|
(5)
Debet
|
(6)
Kredit
|
Keterangan:
1)
Halaman
Referensi informasi yang dicatat pada rekening/akun di buku besar. Jika suatu
rekening/akun mempunyai referensi 1, berarti sumber pencatatan tersebut
terdapat pada buku jurnal halaman 1.
2)
Tanggal
Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara kronologis. Pada kolom
tanggal ini harus dicatat pada tiap-tiap transaksi secara kronologis.
3)
Keterangan
Elemen penting yang menampung nama-nama akun/rekening yang terkait delam
suatu transaksi sekaligus pengelompokkannya dalam debet atau kredit yang
sesuai.
4)
Referensi (Ref.)
Digunakan untuk menampung informasi mengenai rekening yang terkait dengan
transaksi yang baru dicatat. Kolom referensi diisi dengan nomor rekening atau check maark (v) setelah transaksi
tersebut sudah diposting kedalam buku besar.
5)
Debet dan Kredit
Digunakan untuk menampung jumlah rupiah transaksi. Rekening yang didebet
ditulis jumlah rupiahnya pada kolom debet. Sedangkan rekening yang dikredit
rupiahnya dicatat pada kolom kredit.
Nah, agar teman-teman nggak bingung penulis akan menyajika
beberapa akun yang harus di debet dan di kredit ketika bertambah maupun
berkurang nominalnya.
Nama Akun
|
Debet
|
Kredit
|
Saldo Normal
|
Harta (Asset)
|
+
|
-
|
Debet
|
Hutang (Liability)
|
-
|
+
|
Kredit
|
Modal (Equity)
|
-
|
+
|
Kredit
|
Pendapatan (Revenue)
|
-
|
+
|
Kredit
|
Beban (Expense)
|
+
|
-
|
Debet
|
Prive (Drawing)
|
+
|
-
|
Debet
|
Terus teman-teman juga harus tau bagaimana tata cara yang
bener dalam pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, pertama teman-teman
harus memperhatikan bahwa akun yang di debet dicatat lebih dahulu di tepi kiri,
lalu akun yang dikredit dicatat kemudian dan agak menjorok ke kanan. Nah,
begitulah sedikit tentang jurnal umum, kita lanjuuut ke jurnal khusus nih
teman-teman, perhatikan baik-baik ya!
2.
Jurnal Khusus
Jurnal khusus jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi
sejenis yang terjadi berulang-ulang. Prinsip pendebetan dan pengkreditan Jurnal
Khusus pada dasarnya sama dengan yang dilakukan pada Jurnal Umum, perbedaannya
akun-akun pada Jurnal Khusus dibuat berkelompok.
Penulis akan menjelaskan sistematika beserta apa saja sih yang termasuk
dalam jurnal khusus.
Format jurnal khusus:
Halaman
Tanggal
|
Keterangan
|
Ref.
|
Debet
|
Kredit
|
Macam-macam
Jurnal Khusus:
a.
Jurnal Pembelian
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang secara kredit.
b.
Jurnal Pengeluaran Kas
Befungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
c.
Jurnal Penjualan
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan atau
jasa secara kredit.
d.
Jurnal Penerimaan Kas
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
3.
Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk
menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkann keadaan sebenarnya
sebelum penyusunan laporan keuangan. Format pencatatannya tak jauh berbeda
dengan jurnal umum.
4.
Jurnal Penutup
Jurnal penutup merupakan ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode
akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara. Akibat penutupan
ini maka rekening-rekening pada awal periode akuntansi berikutnya saldonya nol.


0 komentar:
Posting Komentar