Menurut S. Munawir (2002:15) akuntansi adalah seni dari
pencatatan, penggolongan dan peringkasan daripada peristiwa-peristiwa dan
kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara
setepat-tepatnya dan dengan petunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta
penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya. Akuntansi adalah proses
mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi agar
memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka
yang menggunakan informasi tersebut. Akuntansi menurut Abubakar. A & Wibowo
(2004) adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi
ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.
Dari berbagai pengertian akuntansi diatas, maka akuntansi
terdiri dari tiga aktivitas atau kegiatan utama yaitu:
1.
Aktivitas identifikasi yaitu mengidentifikasikan
transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
2.
Aktivitas pencatatan yaitu aktivitas yang dilakukan untuk
mencatat transaksi-transaksi yang telah diidentifikasi secara kronologis dan
sistematis.
3.
Aktivitas komunikasi yaitu aktivitas untuk mengkomunikasikan
informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan kepada para pemakai laporan
keuangan atau pihak yang berkepentingan baik internal perusahaan maupun pihak
eksternal.
Pengertian akuntansi jika dilihat
dari sudut proses merupakan kegiatan pencatatan, penyortiran, penggolongan,
peringkasan dan penyajian transaksi keuangan perusahaan dengan suatu sistem
yang diakui. Akuntansi dari sudut ilmu adalah Akunting, berarti keseluruhan
pengetahuan yang bersangkutan dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan
suatu perusahaan yang diperlukan oleh pihak yang berkepentingan guna digunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan.
Dalam memimpin usahanya, seorang pemimpin tentunya ingin
mengetahui keadaan perusahaannya. Bagi perusahaan yang usahanya relatif kecil
tentunya seorang pemimpin dapat turun langsung dalam mengawasi tiap pekerjaan
di tiap bagian, dengan kata lain bahwa seorang pemimpin itu dapat mengetahui
secara langsung keadaan perusahaanya. Untuk perusahaan yang dibidang usahanya
sudah luas dan berkembang, tentunya pimpinan tidak dapat mengawasi pekerjaan
setiap bagian secara langsung tetapi ia harus mendelegasikan sebagian
wewenangnya
kepada orang lain.
Dalam hal pengawasan dan
pengendalian yang baik, tidak mungkin lagi bisa dilaksanakan secara efektif
dengan panca indera semata dan sebagai pelengkapnya, dibutuhkan perencanaan
mekanisme sistem yang baik dan tepat. sistem yang dimaksud disini adalah sistem
akuntansi yang merupakan bagian dari ilmu akuntansi. untuk lebih jelasnya, maka
penulis akan mengemukakan tetntang
pengertian sistem akuntansi dari beberapa ahli, antara lain :
1. Menurut Mulyadi (2016), yang
dimaksud dengan Sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan
laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan
yang dapat di butuhkan oleh manajemen guna untuk memudahkan pengelolaan
perusahaan.
2. Menurut Howard F. Stettler dalam
bukunya yang berjudul Sistem Based Independent Audits, yang dikutip oleh Zaki
Baridwan (Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode:1991), Sistem
Akuntansi adalah fomulir- formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur dan
alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai suatu usaha kesatuan
ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk
laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, bagi
pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditur-kreditur
dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil operasi.
Referensi :
Abubakar,
Wibowo. 2004. Akuntansi Untuk
Bisnis:Usaha Kecil dan Menengah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Baridwan,
Zaki. 1991. Sistem Akuntansi Penyusunan
Prosedur dan Metode. Yoyakarta
Mulyadi (2016). Sistem Akuntansi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat

0 komentar:
Posting Komentar