Jumat, 23 Desember 2016

Cara Menyusun Jurnal Khusus dalam Perusahaan Dagang

Selamat sore teman-teman. Bagaimana dengan Jurnal Umum yang baru saja penulis bahas? Kalau yang jurnal umum biasanya untuk perusahaan jasa. Kalo ini, jurnal Khusus untuk Perusahaan Dagang. Berbeda dengan Jurnal Umum, Jurnal Khusus terdapat beberapa, ada 4 diantaranya:
1.      Jurnal Pembelian - Untuk mencatat semua transaksi yang dibayar secara krdit.
2.      Jurnal Pengeluaran Kas- Untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan kas keluar
3.      Jurnal Penjualan - Untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit
4.      Jurnal Penerimaan Kas - Untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan kas masuk

Lalu, jika terjadi penjualan serta pembelian pasti terdapat transaksi yang namanya Retur. Retur atau biasa disebut dengan pengembalian barang karena cacat atau rusak. Nah, jika ada kasus Retur atau pengembalian baik Retur Penjualan maupun Retur Pembelian maka transaksi harus dicatat dalam Jurnal Umum. Meskipun Jurnal Umum biasanya untuk Perusahaan Jasa, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Perusahaan Dagang tidak boleh menggunakannya. Biasanya Jurnal Umum hanya dikhususkan untuk transaksi semacam Retur. Jika terjadi transaksi pengambilan prive, pembayaran beban maka akan mempengaruhi Jurnal Pengeluaran Kas karena berkaitan dengan kas keluar.

Kemudian, jika Jurnal Umum akan diposting ke dalam Buku Besar Umum. Tapi kalau Jurnal Khusus akan diposting ke Buku Besar Umum, Buku Besar Pembantu Hutang (karena berkaitan dengan pembelian secara kredit), serta Buku Besar Pembantu Piutang (karena berkaitan dengan penjualan secara kredit). Aduh, perusahaan Dagang lebih ribet yaa, ya memang itulah akuntansi ribet karena covernya saja. kalau teman-teman sudah paham pasti akan sangat mudah mengerjakannya. Untuk lebih jelasnya mari tema-teman perhatikan beberapa transaksi di bawah ini yaa.

Suatu Perusahaan Dagang milik Tn. Bambang AP yang diberi nama “TOKO MITRA” pada bulan Juli melakukan beberapa transaksi. Diantaranya:
1.      Pada tanggal 3 Juli 2016 melakukan pembelian barang dagangan kepada Toko “Puspita” secara kredit Rp. 4.200.000 dengan No. Faktur P-113
2.      Pada tanggal 4 Juli 2016 melakukan pembelian barang dagangan kepada PD. SERAYU dengan nomor Faktur R-235 sebesar Rp. 3.400.000
3.      Pada tanggal 5 Juli 2016 membayar gaji karyawan sebesar Rp. 3.400.000
4.      Pada tanggal 6 Juli 2016 membayar Hutang Bank sebesar Rp. 1.800.000 beserta bunga sebesar 20%
5.      Pada tanggal 7 Juli 2016 membayar Hutang Dagang atas pembelian dalam Faktur P-113

Dari transaksi diatas maka poin nomor 1 dan 2 akan dicatat dalam jurnal pembelian sedangkan poin 3 dan 4 akan dicatat dalam Jurnal Pengeluaran Kas
Berikut Jurnalnya:
Jurnal Pembelian
Tgl
No. Faktur
Kreditur
Ref
DEBET
KREDIT
Pembelian
Hutang Dagang
3
P-113
Toko “Puspita”

Rp      4,200,000
Rp      4,200,000
4
R-235
PD. SERAYU

Rp      3,400,000
Rp      3,400,000

Jurnal Pengeluaran Kas
Tgl
No.
Bukti
Keterangan
Ref
DEBET
KREDIT
Serba-Serbi
Hutang Dagang
Kas
5

Beban Gaji

Rp      3,400,000
-
Rp      3,400,000
4

Hutang Bank

Rp      1,500,000
-
Rp      1,800,000
Beban Bunga

Rp         300,000


7

Toko “Puspita”

-
Rp     4,200,000
Rp      4,200,000

6.      Pada tanggal 12 Juli 2016 Dijual barang dagangan dengan No. Faktur K-110 kepada PD. Simpang Jaya sebesar Rp. 6.600.000
7.      Pada tanggal 15 Juli dijual barang dagangan dengan No. Faktur K-111 kepada PD. Aryani Putra Rp. 5.700.000
8.      Pada tanggal 20 Juli 2016 menerima Rp. 4.300.000 dari PD. Aryani Putra sebagai cicilan hutang dagang pada penjualan dalan No. Faktur K-111
9.      Pada tanggal 26 Juli 2016 menerima pelunasan hutang dari PD. Simpang Jaya atas penjualan No. Faktur K-110
10.  Pada tanggal 27 Juli 2016 menjual barang dagangan secara tunai Rp. 7.000.000

Dari transaksi diatas dapat dibuat Jurnal Penjualan atas poin ke 6 dan 7. Sedangkan poin ke 8 dan 9 dicatat dalam Jurnal Penerimaan Kas karena berkaitan dengan kas masuk. Berikut Pencatatat Jurnalnya:
Jurnal Penjualan
Tgl
No. Faktur
Debitur
Ref
DEBET
KREDIT
Piutang Dagang
Penjualan
12
K-110
PD. Simpang Jaya

Rp      6,600,000
Rp      6,600,000
15
K-111
PD. Aryani Putra

Rp      5,700,000
Rp      5,700,000

Jurnal Penerimaan Kas
Tgl
No.
Bukti
Keterangan
Ref
DEBET
KREDIT
Kas
Penjualan
Piutang Dagang
20

PD. Aryani Putra

Rp    4,300,000
-
Rp    4,300,000
26

PD. Simpang Jaya

Rp    5,700,000
-
Rp    5,700,000
27

Penjualan tunai

Rp    7,000,000
Rp    7,000,000
-

11.  Pada tanggal 28 Juli 2016 terjadi Retur Penjualan kepada PD Simpang Jaya atas Faktur K-110 Rp. 600.000
12.  Pada tanggal 29 Juli 2016 terjadi Retur Pembelian dari PD Serayu  atas faktur R-235 Rp. 570.000

Dari kedua transaksi ini akan mengakibatkan perubahan pada rekening retur penjualan dan retur pembelian serta hutang dagang dan Piutang Dagang. Berikut Pencatatan Jurnalnya:

 Jurnal Umum
Tgl
Keterangan
Ref
DEBET
KREDIT
28

Hutang Dagang


 Rp           600,000
 -

Retur Penjualan
 -
 Rp        600,000
29
Retur Pembelian

Rp           570,000
-


Piutang dagang

-
Rp       570,000








Nah, itulah penyusunan jurnal khusus dalam Peerusahaan Dagang. Untuk info lebih lanjut, atau teman-teman masih merasa bingung, ada yang perlu ditanyakan silahkan masukkan pertanyaan teman-teman pada kolom komentar. Terima Kasih


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

About Me

Foto Saya
Dewi Oktavia
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

About Me

Unordered List

Like Us

About Me

Advertisement

Most Popular

LATEST POSTS